Langsung ke konten utama

MEMBELA KEKERASAN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELACUR: DI TEMPAT INI DAPAT MERDEKA?

Setiap kali aktivis dengan berani meneriakkan kesetaraan perempuan, masih ada beberapa sektor yang sering kali saya perhatikan justru “terpaksa” bungkam—salah satunya adalah para perempuan korban prostitusi. Saya sebut sebagai korban prostitusi karena, terlepas dari cara feminis liberal atau feminis postmodern mengglorifikasi hal ini, prostitusi atau perdagangan perempuan adalah tempat di mana relasi kuasa justru bekerja paling kejam dan sistematis. Saya sedang di Bali, di tempat ini, segala hal yang ditolak mati-matian oleh aktivis perempuan—pelecehan dan kekerasan seksual, hubungan tidak sehat yang menyakiti perempuan, dirampasnya kehormatan perempuan secara paksa bahkan sampai femicide (pembunuhan perempuan)—seakan-akan dilumrahkan terjadi. Karena semua itulah, mereka sering kali bungkam dan tidak tergabung dalam barisan utama perjuangan hak asasi perempuan. Pada 8 November 2020, saya berkesempatan mengunjungi salah satu rumah penginapan di jalan anyelir, Tabanan, Bali yang ka...

ANDAI FAUZI dan KH. IMAM HASYIM BELAJAR FILSAFAT

Di alam semesta yang lain, mereka berdua sebagai calon Bupati kabupaten Sumenep mendalami filsafat. Mereka suka membaca buku, mereka suka berdiskusi tentang hal-hal penting di dalam kehidupan, menyangkut segala hal termasuk bebas pajak bagi kalangan tidak mampu dan kenaikan UMR bagi kaum buruh.  Mereka tidak hanya sibuk rapat tetapi juga suka menulis untuk membagikan pemikirannya. Di alam semesta itu, kita sebagai masyarakat Sumenep akan lebih tenang. Kita tak perlu merasa marah dan sakit hati di alam semesta kita, seperti sekarang di tahun 2024, di cuaca panas akibat alam rusak, kita tak perlu berdemo melawan penguasa buruk dan busuk. Di alam semesta itu, kita bisa merasa yakin akan kemajuan kabupaten kita.  Andai mereka berdua belajar filsafat, mereka akan memiliki wawasan luas. Mereka bisa melihat segala hal dari beragam sudut pandang yang berbeda. Dari filsafat Yoga Sutra Patanjali di India kuno, Tao Te Ching di Cina kuno sampai Politeia di Yunani kuno, mereka akan memili...

TIPS MENGHADAPI ORANG YANG SENGAJA MENJATUHKANMU

Tidak semua serangan datang dari musuh yang jelas. Kadang, yang paling keras menjatuhkanmu justru orang yang dulu kamu percaya. Mereka bisa tersenyum di depanmu, tapi diam-diam berharap kamu gagal. Ironisnya, manusia secara naluriah lebih mudah iri pada yang dekat daripada yang jauh. Karena kedekatan membuat perbandingan terasa lebih nyata. Fakta menariknya, sebuah studi dari University of California menyebutkan bahwa kecenderungan untuk menjatuhkan orang lain sering muncul bukan karena kebencian, tapi karena rasa rendah diri tersembunyi. Orang yang merasa kalah di dalam dirinya akan berusaha menurunkan orang lain agar kembali merasa setara. Maka masalahnya bukan seberapa jahat mereka, tapi seberapa siap kamu menghadapi mereka tanpa kehilangan arah dan martabatmu sendiri. 1. Jangan Balas dengan Emosi, Balas dengan Kesadaran Saat seseorang berusaha menjatuhkanmu, naluri pertamamu mungkin ingin membalas. Tapi begitu kamu terpancing, kamu sudah bermain di panggung yang mereka siapkan. Ora...