Langsung ke konten utama

Postingan

TIPS MENGHADAPI ORANG YANG SENGAJA MENJATUHKANMU

Tidak semua serangan datang dari musuh yang jelas. Kadang, yang paling keras menjatuhkanmu justru orang yang dulu kamu percaya. Mereka bisa tersenyum di depanmu, tapi diam-diam berharap kamu gagal. Ironisnya, manusia secara naluriah lebih mudah iri pada yang dekat daripada yang jauh. Karena kedekatan membuat perbandingan terasa lebih nyata. Fakta menariknya, sebuah studi dari University of California menyebutkan bahwa kecenderungan untuk menjatuhkan orang lain sering muncul bukan karena kebencian, tapi karena rasa rendah diri tersembunyi. Orang yang merasa kalah di dalam dirinya akan berusaha menurunkan orang lain agar kembali merasa setara. Maka masalahnya bukan seberapa jahat mereka, tapi seberapa siap kamu menghadapi mereka tanpa kehilangan arah dan martabatmu sendiri. 1. Jangan Balas dengan Emosi, Balas dengan Kesadaran Saat seseorang berusaha menjatuhkanmu, naluri pertamamu mungkin ingin membalas. Tapi begitu kamu terpancing, kamu sudah bermain di panggung yang mereka siapkan. Ora...
Postingan terbaru

BIMBINGAN TEKNIS INDEKS DESA 2025 di DESA POTERAN KECAMATAN TALANGO KABUPATEN SUMENEP

Pemdes Poteran. Dalam upaya meningkatkan kualitas data pembangunan desa, Pemerintah Desa Poteran, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pengisian yang sebelumnya bernama IDM Indeks Desa Membangun kini dipersingkat menjadi Indeks Desa hasil daripada pemukhtahiran dan penyempurnaan dari Form Web Aplikasi yang sebelumnya bernama IDM. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan akurasi dan validitas data IDM sebagai dasar perencanaan pembangunan desa yang lebih tepat sasaran. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (10/6/2025) ini melibatkan berbagai elemen penting, seperti aparat desa, pendamping desa, serta perwakilan dari Kecamatan Talango. Acara dibuka secara resmi oleh kepala desa dan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai konsep dan tujuan dari Indeks Desa Membangun. Rangkaian kegiatan mencakup tiga fokus utama, yakni sosialisasi IDM, pelatihan pengisian formulir IDM, dan pengawasan lapangan. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman ...

Musdesus Pembentukan Koperasi Merah Putih Desa Poteran, Langkah awal Kemandirian Desa

Talango, Poteran - Balai Desa Poteran menjadi pusat perhatian pagi ini, Selasa (20/5/2025), dengan digelarnya Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang fokus pada agenda pembentukan Koperasi Merah Putih. Acara yang dimulai tepat pukul 10.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai elemen penting dari Desa Poteran, termasuk Kepala Desa beserta seluruh Perangkat Desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan dari tingkat kecamatan. Kehadiran tim dari Kecamatan Talango Bapak Nur Habibi selaku camat beserta perangkat lainnya turut hadir dan aktif mengikuti jalannya musyawarah. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan informasi krusial mengenai Koperasi Merah Putih. Beliau menegaskan bahwa inisiatif pembentukan koperasi ini merupakan bagian dari program pemerintah yang saat ini tengah diimplementasikan secara nasional. Selain partisipasi aktif dari unsur pemerintahan desa dan kecamatan, Musdesus ini juga melibatkan berbagai komponen masyarakat Poteran. Tampak hadir para pendampin...

POLITIK IDENTITAS: IKATAN SANTRI YANG BERLEBIHAN?

SUMENEP adalah salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki kekuatan massa politik yang cukup besar. Sehingga tak jarang para politikus berkunjung ke para tokoh—yakni kiai—untuk meminta restu, atau lebih tepatnya memohon sebagai pendukungnya. Apalagi karena Sumenep memiliki doktrin “ngereng dhebuna keae”, maka penghormatan orang Sumenep kepada kiai melebihi dirinya. Tidak mengherankan, jika ada cerita-cerita orang Sumenep terdahulu, apabila sang kiai berucap, “cong, alla mangkat, sambih jherenah jiah (nak, sana berangkat, bawa kudanya),” maka spontan seorang murid (santri, red.) langsung bergegas berangkat dan kudanya dibawa. Yang bikin geleng-geleng kepala (mengherankan, red.), sang murid (santri, red.) tidak akan menaiki kudanya karena gurunya (kiai gurunya, red.) hanya mengucapkan sambih (bawa), bukan tompa’ (menunggangi). Tentu tidak ada salahnya, hanya terlalu tekstual. Ini bukti bahwa orang Sumenep tunduk apa kata kiai. Watak layaknya peliharaan...

MARI BELAJAR DARI SUATU KEADAAN

Rasa syukur adalah suatu karunia yang tak terkira indahnya dari Allah.   - Hafidatul Millah Syukur muatannya dalam tataran psikologis, tataran sudut pandang. Bahwa mungkin secara fisik kita tidak beruntung, tidak berkecukupan, tidak bahagia. Namun rasa syukur mengatakan kepada kita bahwa itu semua hanyalah persepsi kita sendiri. Rasa syukur menghapus semua perasaan negatif tersebut dengan penyerahan sedalam-dalamnya kepada kuasa Allah. Dengan keyakinan bahwa tidak pernah ada perangkat gagal yang diberikan Allah ketika Dia meletakkan manusia dalam suatu kondisi. Implikasinya, Allah berikan karunia lain yaitu rasa damai. Oleh sebab itu, janganlah kita meminta Allah untuk mengubah keadaan kita yang sekarang dengan alasan agar mudah dalam beramal. Betapa tidak tahu dirinya kita! Betapa bodohnya kita meragukan Sang Maha Bijaksana! Kehidupan yang amat sangat kompleks dan sangat luas ini kita hanya sebutir debu di dalamnya. Nalar kita tidak bisa mencerap satu per satu ...

KEBAHAGIAAN PARA PEKERJA & BURUH

Lepas dari data-data bagus yang diterbitkan di koran-koran nasional, situasi ekonomi Indonesia tetap memprihatinkan. Kesenjangan antara yang kaya dan miskin semakin besar. Putaran uang hanya terfokus di kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Sementara mayoritas penduduk tidak mendapatkan akses terhadap putaran uang raksasa tersebut. Para pengusaha kecil kesulitan bersaing dengan para pemilik modal besar. Mereka juga kesulitan bersaing dengan produk-produk asing yang membanjiri pasar Indonesia. Lulusan perguruan tinggi diminta untuk berwiraswasta di dalam situasi yang mencekik mereka. Padahal slogan pendidikan kewirausahaan seringkali hanya menjadi topeng untuk menutupi ketidakmampuan pemerintah memberikan lapangan kerja yang memadai untuk rakyatnya. Di sisi lain banyak orang merasa bersyukur, selama mereka masih memiliki pekerjaan, walaupun pekerjaan itu menyiksa nuraninya, dan tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup minimal. Pada situasi semacam ini, masihkah relevan berbicara soal keba...

POLITIK, BISNIS & SPIRITUALITAS

Ketiga kata ini, yakni politik, bisnis dan spiritualitas, hampir tak pernah dihubungkan. Ketiganya menempati dunia yang berbeda. Politik dan bisnis memang cukup sering disandingkan. Namun, kata spiritualitas amatlah asing bagi kedua dunia tersebut. Politik kerap dipahami sebagai perebutan kekuasaan. Politik disempitkan ke dalam pengertian yang dirumuskan oleh Thomas Hobbes di dalam bukunya Leviathan, yakni perang semua melawan semua. Di dalam politik, manusia adalah serigala bagi sesamanya. Kepentingan dan bahkan nyawa orang lain dikorbankan, demi mempertahankan dan memperbesar kekuasaan politik. Tak heran, jika politik dipahami dengan cara seperti ini, krisis politik pun terus terjadi. Kebencian dan prasangka menjadi udara yang dihirup bersama. Fitnah dan kedangkalan berpikir menjadi warna kehidupan sehari-hari. Buahnya adalah sistem politik yang dipenuhi dengan korupsi, kolusi dan nepotisme, seperti kita lihat di banyak negara sekarang ini. Bisnis pun juga dianggap sebagai sesuatu ya...

ANDAI FAUZI dan KH. IMAM HASYIM BELAJAR FILSAFAT

Di alam semesta yang lain, mereka berdua sebagai calon Bupati kabupaten Sumenep mendalami filsafat. Mereka suka membaca buku, mereka suka berdiskusi tentang hal-hal penting di dalam kehidupan, menyangkut segala hal termasuk bebas pajak bagi kalangan tidak mampu dan kenaikan UMR bagi kaum buruh.  Mereka tidak hanya sibuk rapat tetapi juga suka menulis untuk membagikan pemikirannya. Di alam semesta itu, kita sebagai masyarakat Sumenep akan lebih tenang. Kita tak perlu merasa marah dan sakit hati di alam semesta kita, seperti sekarang di tahun 2024, di cuaca panas akibat alam rusak, kita tak perlu berdemo melawan penguasa buruk dan busuk. Di alam semesta itu, kita bisa merasa yakin akan kemajuan kabupaten kita.  Andai mereka berdua belajar filsafat, mereka akan memiliki wawasan luas. Mereka bisa melihat segala hal dari beragam sudut pandang yang berbeda. Dari filsafat Yoga Sutra Patanjali di India kuno, Tao Te Ching di Cina kuno sampai Politeia di Yunani kuno, mereka akan memili...

PELACUR: DI TEMPAT INI DAPAT MERDEKA?

Setiap kali aktivis dengan berani meneriakkan kesetaraan perempuan, masih ada beberapa sektor yang sering kali saya perhatikan justru “terpaksa” bungkam—salah satunya adalah para perempuan korban prostitusi. Saya sebut sebagai korban prostitusi karena, terlepas dari cara feminis liberal atau feminis postmodern mengglorifikasi hal ini, prostitusi atau perdagangan perempuan adalah tempat di mana relasi kuasa justru bekerja paling kejam dan sistematis. Saya sedang di Bali, di tempat ini, segala hal yang ditolak mati-matian oleh aktivis perempuan—pelecehan dan kekerasan seksual, hubungan tidak sehat yang menyakiti perempuan, dirampasnya kehormatan perempuan secara paksa bahkan sampai femicide (pembunuhan perempuan)—seakan-akan dilumrahkan terjadi. Karena semua itulah, mereka sering kali bungkam dan tidak tergabung dalam barisan utama perjuangan hak asasi perempuan. Pada 8 November 2020, saya berkesempatan mengunjungi salah satu rumah penginapan di jalan anyelir, Tabanan, Bali yang ka...

SARUNG BUKAN HANYA MILIK MASJID DAN MUSHOLLA

Kejadianya sudah lumayan lama. Masehi bilang, hari itu tanggal 10 Juli 2022. Yang mana juga bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah. Dan saya terlibat dalam sekelumit cerita yang terjadi di hari itu. Jadi, hari itu (10/7) selepas salat Id di masjid, saya pulang lalu sarapan.  Setelahnya, saya bergegas menuju lokasi penyembelihan hewan qurban (kambing) untuk menyaksikan prosesi pembunuhan tahunan tersebut. Beruntung, saya belum telat. Sesampainya di sana, saya langsung dihampiri seorang pria paruh baya berkaos hitam dan bertopi. Oh, rupanya itu tetangga sebelah. Saya baru sadar ketika beliau mendekat, maklum keasyikan main petasan. Tak disangka, bukan senyum hangat kebapakan yang saya dapat melainkan sorot mata tajam plus hardikan mesra dari ceropong beliau.  “Copot! Sarungnya copot! Pulang! Di sini tempat kerja, bukan mau ngaji!” damprat beliau dengan nada meninggi namun tak lantang.  Tentu, saya tidak ingin ada percekcokan yang berpotensi mengundang atensi war...